Blog Pacar Merah adalah blog dimana kita dapat mengetahui sejarah, konsep, dan praktek daripada Sosialisme. Dalam blog ini kita dapat melihat seluk beluk dan perkembangan konsep Sosialisme. Di sini, saya akan sedapat mungkin untuk menjawab dengan tepat, segala pertanyaan yang berhubungan dengan Sosialisme. Selamat Membaca. SOSIALISME PASTI JAYA!!!
Senin, 30 Maret 2020
APAKAH SENTRALISME DEMOKRATIK ITU?
Banyak yang beranggapan bahwa konsep ini adalah konsep yang sama seperti yang ditawarkan oleh rezim Stalinisme. Kaum-kaum non-Marxis sering menyalahartikan konsepsi ini sebagai bentuk totaliter sebagaimana yang terjadi di Uni Soviet di era kepemimpinan Joseph Stalin. Tentu saja hal ini tidak benar. Apa yang mereka maksudkan bukanlah Sentralisme demokratik, namun Sentralisme birokratik. Lalu, apa itu Sentralisme demokratik dan bagaimana konsepsinya?
MEMAHAMI LEBIH DALAM
"Keberagaman dalam diskusi dan kesatuan dalam aksi"
Kalimat yang singkat, padat, dan jelas, demikianlah penjelasan Lenin mengenai sentralisme demokratik. Sentralisme demokratik atau sentralisme demokratis adalah penerapan metode Marxis untuk mengatur dan untuk memimpin kelas pekerja dalam transformasi masyarakat yang revolusioner. Sentralisme demokratik menggabungkan kepemimpinan pusat dengan inisiatif dan aktivitas kreatif lokal serta dengan tanggung jawab masing-masing badan dan pejabat negara untuk pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka. Metode ini sering digunakan oleh Partai Leninis di mana keputusan politik yang dicapai melalui proses pemungutan suara mengikat semua anggota partai.
Sentralisme demokratik ini sendiri terdiri dari dua elemen yang berbeda, yakni demokrasi dan sentralisme, yang berhubungan secara dialektis dan terus berubah dari perjuangan dan persatuan. Dengan kata lain, metode ini bukan merupakan metode yang baku dan kaku, tetapi lebih merupakan pendekatan untuk proses pengambilan keputusan kolektif dan tindakan kolektif yang dapat mengambil berbagai bentuk, sesuai dengan perkembangan organisasi dan tuntutan perubahan dari perjuangan kelas.
Aspek demokrasi dari sentralisme demokratis sendiri berfungsi untuk memastikan pengambilan keputusan yang mencakup diskusi menyeluruh tentang pertanyaan-pertanyaan politik, penayangan penuh sudut pandang minoritas, pengambilan keputusan kolektif atau peninjauan berkala atas keputusan yang didelegasikan, laporan dari anggota tentang pekerjaan dan analisis mereka, ketentuan untuk inisiatif dari anggota, dan kritik terhadap semua aspek politik, organisasi, dan praktik teoretis. Praktik organisasi yang demokratis bertumpu pada prinsip bahwa keputusan kolektif yang dibuat dengan suara terbanyak setelah diskusi penuh, informasi, dan jujur.
Aspek sentralisme diperlukan untuk memastikan kesatuan tindakan dalam melaksanakan keputusan organisasi, untuk memberikan fleksibilitas strategis dan taktis dalam berurusan dengan negara borjuis yang sangat tersentralisasi, dan untuk menciptakan dasar dalam praktik sosial untuk mengevaluasi garis organisasi. Sentralisme mencakup kepemimpinan di semua tingkatan yang merangkum gagasan dan pengalaman keanggotaan, menyusun proposal untuk dipertimbangkan oleh organisasi, menyajikan argumen politik untuk posisi yang direkomendasikan, menerapkan kebijakan, dan merespons secara tegas untuk memandu organisasi dan kelas pekerja melalui tikungan dan putaran perjuangan.
Hubungan antara sentralisme dan demokrasi sangatlah penting. Tanpa demokrasi, kepemimpinan tidak memiliki informasi yang akurat tentang perkembangan perjuangan kelas yang sebenarnya, dan terutama tentang kebutuhan dan kemampuan massa. Padahal, ia sendiri harus mengembangkan strategi dan taktik dengan menerapkan teori Marxis pada pandangan parsialnya sendiri tentang situasi politik. Di sisi lain, tanpa sentralisme, pengalaman para anggota partai dan massa akan terpencar dan tidak terorganisir. Organisasi tidak akan bisa menerjemahkan pengetahuan dan pengalamannya menjadi kekuatan material. Dengan demikian, tidak akan ada demokrasi tanpa sentralisme, dan tidak ada sentralisme tanpa demokrasi.
Kongres Ketujuh Partai Buruh Sosial Demokrat Rusisa (Bolshevik) yang diadakan di Pertograd antara 26 Juli - 3 Agustus 1917 mendefinisikan sentralisme demokratik sebagai berikut:
1. Bahwa semua badan pengarah Partai, dari atas ke bawah, harus dipilih.
2. Badan Partai tersebut wajib memberikan laporan berkala tentang aktivitas mereka kepada organisasi-organisasi Partai masing-masing.
3. Bahwa harus ada disiplin Partai yang ketat dan subordinasi minoritas terhadap mayoritas.
4. Bahwa semua keputusan badan yang lebih tinggi harus mengikat secara absolut kepada badan yang lebih rendah dan kepada semua anggota Partai.
Walaupun metode ini seringkali digunakan oleh partai-partai Leninis, namun bukan berarti metode ini tidak dapat digunakan oleh organisasi lainnya. Kaum pelajar dapat menggunakan metode ini sebagai alternatif dalam pengambilan keputusan dalam setiap kegiatannya. Metode ini terutama sangat dianjurkan untuk menjadi referensi bagi pelajar dalam mengorganisasikan sesama pelajar demi kesadaran klas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar